Sebuah pembicaraan yang unik ketika kita bercengkram menyoal cinta dan politik,bagi sebagian orang hal ini merupakan sesuatu yang dipaksakan atau bahkan diada-adakan saja,tapi tidak bagi saya dan orang-orang yang paham soal ini,cinta adalah bagian terpenting dari hiruk-pikuk dunia perpolitikan.
Jatu cinta adalah sebuah dorongan naluriah tapi membangun hubungan penuh dengan aturan sosial.pilihan kita mencintai dan membangun hubungan sangat dipengaruhi oleh masyarakat,karna itu kisah romansa seperti percintaan beda agama,percintaan beda kelas sosial atau percintaan sesama golongan memberikan bumbu tragis dan melekat dipengalaman satu dan banyak orang.
Jatu cinta dan berkeluarga adalah dua hal yang tidak berhubungan tetapi dipaksa bersama. Dan hanya orang-orang yang merdeka,yang berani menyadarinya bawah pilihanya jatu cinta, adalah politik.
Begitu banyak pemaknaan mengenai politik dan cinta,berbagai versi bermunculan, dan hal ini wajar karna masuk dalam ranah kebebasan berfikir. Namun dalam kesehariannya, yang sangat disayangkan adalah ketika Politik dan Cinta selalu menjadi korban Parsialisasi atau Pemotonganmakna, penyederhanaan itu bole asalkan tidak mengurangi esensi dari makna mutlaknya.
Maksutnya begini cinta itu lekanya di hati.Meskipun tersembunyi, namun getaranya tanpak sekalih.ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keru menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakan besi, menghancurkan batu karang, membangkit yang mati, dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta.
Sedangkan politik bagimana memikirkan tentang persoalan-persoalan internal maupun eksternal rakyat perlu digaris bawahi internal politik adalah ''mengurus persoalan pemerintahan".sedangkan yang dimaksut eksternal politik adalah memeliharah kemerdekaan dan kebebasan bangsa karna politik bagian dari keuniversalan, maka setiap orang meyakin bahwa kita memiliki sistem politik yang bersumber dari hakekatnya.
Dua makna yang tampak jauh berbeda, namun dibalik pemaknaan arti politik tersirat inti dari cinta, ketika politisi memikirkan masalah rakya/umatnya inilah yang dinamakan cinta, cinta pada rakyatnya.ketika pencinta berusaha mendapatkan simpati kekasi dari objeknya, inilah yang dinamakan langkah politik, bukankah politik itu strategi untuk mempengaruhi keputusan?. Keputusan untuk dicintai.
Selamat berpikir karna tuhan suda memberikan kita cara berpikir.
Penulis : Hendra Nganta