Karangan ini di buat atas dasar kewajiban untuk memenuhi persyaratan perkuliahan, dan di buat berdasarkan pemikiran sendiri.Dan karangan ini tentang kedua remaja yang saling mencintai.
Karangan yang berjudul.
Waktuku bukan hanya untukmu saja.
--------------------------------------------
Aku hidup dalam berbagai kesibukan karna aku sebagai pelajar tentunya kesibukanku bukan kesibukan untuk mencari pasangan yang lain.
Sebagai pelajar saya harus betul-betul mengikuti aturan-aturan yang ada, agar persyaratan penilaian dalam perkuliahan dapat di capai dengan baik.
Waktu ku bukan hanya berbicara tentang cinta dan bukan untuk mu saja,jika engkau bertahan dengan berbagai kesibukanku maka kaulah pemenangnya.
Seorang pujaan hati akir-akir ini dia sering marah dan tidak percaya dengan ku tak seper seperti sebelumnya.Enta kenapa?? Lalu aku bertanya kepadanya. "Mengapa engkau marah? sementara aku tidak melakukan kesalahan",kemudian dia menjawabku "Hubungan kita terasa tak ada artinya jika engkau tidak selalu memberikan dan sebuah kabar.Dan aku pun menjawab "bukan berarti kesibukanku mencari yang baru dan menyinarinya selalu" Tetapi sayangnya dia tidak percaya dengan penjelasanku.
Keesokan harinya aku mencoba membujuknya dengan kata-kata mutiara, yang berisi:
"Ada satu hal yang perlu engkau ketahui, bahwa kita sama-sama pelajar dan tentunya kamu tau bagimana kita berperoses.Kamu adalah kita, kita adalah kobaran api dan besi yang terbakar dalam kebebanan.Aku mau cinta kita saling memahami kita sebagai pelajar, cinta tak selamanya bicara tentang taman.Cinta terasa indah ketika kita duduk berdiskusi tentang bagimana perjuangan.Ayo duduk bersamaku akan ku ceritakan tentang hidupku sambil mencicipi kopi buatan ibunda"
Setelah kata-kata mutiaraku keluar dari dalam speis kecil(Hati yang paling dalam),dia tidak lagi marah dan dia pun mengerti bahwa pelajar tidak selamanya berbicara tentang cinta.
Bebrapa hari kemudian dia bertanya lagi; "Apakah engkau betul-betul mencintaiku?Dan aku pun bingung dengan pertanyaanya, bebarapa menit kemudian aku menjawabnya dengan kata-kata mutiara; "jika aku tidak mencintaimu mungkin aku melangkah mundur dan tak akan ku menyinarimu,nyatanya aku selalu melangkah maju untuk selalu menyinarimu seperti bunga"
Sang kekasih pun tidak percaya dengan kata-kataku malah dia bertanya lagi. "Jika engkau mencintaiku mengapa engkau cuek dan sering kali kau tidak memberi kabar? Kemudian aku menjawabnya " Aku perna bilang kepada mu kita adalah pelajar, kesibukan ku bukan bermaksud untuk melupakan mu, waktu ku bukan hanya untukmu saja, ingat kita adalah harapan besar bagi sang cinta pertama yaitu Ibu dan Ayah.
Mendengar kalimat itu dia langsung mengucapkan perminta maaf. Dan dia tidak lagi marah.Pada ahirnya percakapan kami behenti di situ dan hasilnya boleh di katakan aman-aman saja.
Penulis: Hendra Eka Nganta
10/05/2022