Mencicipi kopi pahit buatan ibunda membuat pikiran teranspirasi sambil mendengarkan cerita dari ibunda,cerita itu tentang hidup dan sebuah motivasi untukku.Adanya daya pikir dan muncul semangat dalam diri karna dukungan dan do'a dari sang ibunda.
Jadilah seperi batu di tepian pantai yang berani mengobati rasa sakit.Aku yakin sutau hati kosong dapatku isi dengan sebuah cinta. Dan mencicipi air terasa duri; tak akanku biarkan itu,dan aku datang sebagai penyemangat hidupmu.
Kata-kata malam ini berawal dari cerita sambil minum kopi pahit buatan ibunda.
Ibu mengatakan jadilah peria sejati yang bisa menghargai sang nona seperti engkau menghargai ibumu ini,peria sejati adalah peria yang bisa menghargai orang lain,sabar dan baik.Ibu mengatakan jadilah seperti Almahrum ayah yang bisa menghargai ibu sampai dia di panggil tuhan. Menghargai sang bunga adalah sebuah kehebatan dan peria yang memiliki pemikiran.
Selalu menyinari untuk saling memahami,melangkah maju untuk memperjuangkan. Masa muda hanya satu kali dalam kehidupan.Berjuang untuk sukses adalah impian sang ibunda.
Kita ini hidup dalam kebebanan masa muda adalah masa pembela kebenaran dimana pembelaan dalam bebagai penindasan,ajaklah bungamu untuk menjadi penjuang agar kelak berani berbicara dengan lantang.
Menghadirkan perasaan jarak,sehingga tak bisa menemani keseharian:minum kopi atau teh di malam hari atau duduk bercerita bersama keluargah,sejenak melepaskan rindu dengan bunga.Bukan suatu unsur sengaja untuk menciptakan suatu jarak tetapi karna adanya sebuah pertanggungjawaban yang harus di jalakan.Ayo duduk bersamaku kita nikmati kopi buatan ibunda, dan akan ku ceritakan tentang hidupku.