Menuju pukul 8 ada sesorang nona yang di sukai oleh saya namun hanya mengagumi saja aku,melihatnya di depan kediaman saya.Dia begitu indah dan wajanya paras namun betul-betul mengagumi saja,seketika dia menoleh ke belakang dia tidak menyadari baahwa ada yang memandangnya diam-diam,aku pun melempar senyuman denganya tidak lama-lama dia pun membalas senyumana itu.
Dalam dileah yang tinggi aku menutupi perasaan yang berkilau-kilau,secangkir kopi perlahan-lahan habis begitu pun sebatang rokok keduanya bersanding.
Duduk di atas kursi dan bersandar di atas meja sambil mencoret dalam kertas putih,menulis apa yang terjadi hari ini.Selang bebrapa menit datanglah sesorang lelaki yang akrab dengan saya kemudian dia duduk dan saya pun memberinya kopi dan kami pun bercerita dengan penu gembira menutupi kebebanan tidak menyadari waktu pukul 9:21
Kami bercerita bertema KEPEMIMPINAN menurut kami menjadi sesorang pemimpin bukan hanya untuk menjadi pempimpin,bukan hanya membesarkan nama, namun menjadi sesorang pemimpin harus menerima keritikan,tidak boleh alergi keritikan dan buka orang emosional atau pun muda tersinggung ketika ada keritikan baik keritikan dari luar maupun dari dalam.