A.Pengertian
Pembelajaran
berdiferensiasi
merupakan memiliki kaitannya dengan
kemampuan, minat kebutuhannya siswa, maka melakukan proses belajar dengan
baik oleh siswa itu sendiri (Breaux and Magee, 2010). Pembelajaran diferensiasi
yaitu pembelajaran yang dikembangkan karena memiliki tujuan untuk
kebutuhan belajar siswa, baik dari minat, potensi, gaya belajar dan kesiapan
belajarnya. Dalam pembelajaran berdiferensiasi, siswa memiliki banyak pilihan
berbeda untuk materi pembelajaran, metode pengajaran, dan penilaian. Tujuan
dilakukannya pembelajaran berdiferensiasi yaitu membenarkan setiap peserta
didik mampu memaksimalkan potensinya serta memiliki semangat dalam proses
pembelajaran Nurhayati (2024:41).
B.Prinsip-prinsip Pembelajaran Berdiferensiasi
Guru secara terus menerus mengumpulkan informasi
tentang bagaimana siswa belajar sehingga dapat menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
(1) Guru menjamin proses pembelajaran yang mengakui
keberadaan semua siswa. Siswa dibelajarkan berdasarkan
kesamaan minat, merangkul semua siswa. Guru
memandang semua tugas siswa berharga dan bermanfaat.
(2) Pengelompokkan siswa secara fleksibel. Guru
merancang pembelajaran yang memungkinkan semua
siswa bekerjasama dengan berbagai teman sebaya pada
waktu tertentu. Siswa juga bekerja dengan teman sebaya
yang memiliki tingkat kesiapan sama dan berbeda dengan
dirinya. Siswa juga bekerja dengan teman sebaya yang
sama minatnya, kadang dengan teman sebaya yang berbeda
minatnya. (3) Adanya kolaborasi dan koordinasi yang terus
menerus antara guru kelas/ guru bidang studi dengan guru
pendidik khusus. (4) Guru dan siswa bekerja bersama
membangun komitmen untuk mewujudkan hasil belajar
yang diharapkan. (5) Penggunaan waktu yang fleksibel
dalam merespon proses dan hasil belajar siswa.(6) Strategi
pembelajaran yang bervariasi, seperti pusat belajar, pusat
pengembangan bakat dan minat, pusat olahraga,
pembelajaran tutor sebaya, dan sebagainya. (7) Siswa
dinilai dengan berbagai cara sesuai dengan partumbuhan
dan perkembangan setiap siswa. (Carol A Tomlinson,
2001)
C.Metode Pembelajaran Berdiferensiasi
Berikut ini merupakan beberapa metode pembelajaran berdiferensiasi yang dapat diterapkan oleh guru di sekolah:
1. Diferensiasi Konten
Diferensiasi konten mengacu pada isi atau materi pelajaran itu sendiri. Diferensiasi konten dapat dilakukan berdasarkan tingkat pemahaman siswa mengenai materi tersebut, yaitu apakah siswa belum paham, paham secara parsial, atau sudah paham dengan baik.
2. Diferensiasi Proses
Diferensiasi proses dapat dilakukan dengan membedakan cara guru menyampaikan materi atau memberikan instruksi kepada setiap siswa. Diferensiasi proses ini bisa dilakukan dengan mengacu pada gaya belajar masing-masing siswa, misal gaya belajar visual, auditori, atau kinestetik. Selain itu, guru juga bisa memberikan variasi melalui adanya pembelajaran secara individual maupun kerja kelompok.
3. Diferensiasi Produk
Diferensiasi produk dapat dilakukan dengan membedakan produk atau hasil pembelajaran yang perlu dilakukan siswa untuk mengukur tingkat penguasaan mereka terhadap materi serta memperoleh nilai. Misalnya, siswa diminta untuk menunjukkan pemahaman mereka dengan mengerjakan ujian tertentu atau melakukan presentasi di depan kelas.
4. Diferensiasi Lingkungan Belajar
Diferensiasi lingkungan belajar dapat dilakukan dengan memberikan variasi atau perbedaan suasana tempat belajar. Misalnya, mengajak siswa untuk belajar di perpustakaan atau di taman sekolah. Selain itu, guru juga bisa mengajak siswa untuk melakukan kunjungan lapangan, misalnya ke kebun raya untuk melakukan observasi atau penelitian.
D.Manfaat pembelajaran diferensiasi
beberapa manfaat dari implementasi pembelajaran berdiferensiasi bagi siswa, yaitu:
Pertumbuhan yang sama bagi semua siswa
Pada prinsipnya, pembelajaran berdiferensiasi diadopsi untuk mendukung setiap siswa dalam perjalanan belajar mereka. Metode ini adalah cara untuk menjangkau dan mempengaruhi setiap siswa di semua tingkatan. Oleh karena itu, secara individu, seorang guru harus dapat meningkatkan minat siswa dalam proses belajar dan mengarahkan mereka untuk mewujudkan potensi belajar mereka secara optimal.
Pembelajaran yang menyenangkan
Ketika guru mengadopsi serangkaian strategi pembelajaran yang selaras dengan tipe belajar siswa, maka siswa akan merasakan betapa belajar itu terasa mudah dan menyenangkan.
Pembelajaran yang dipersonalisasi
Pembelajaran berdiferensiasi ini adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru hanya mengembangkan pelajaran mereka berdasarkan tingkat pengetahuan, preferensi belajar, dan minat siswa.
E.Langkah-langkah pembelajaran diferensiasi
- Menentukan tujuan pembelajaran
- Memetakan kebutuhan belajar murid (kesiapan belajar, minat, profil belajar)
- Menentukan strategi dan alat penilaian yang akan digunakan
- Menentukan kegiatan pembelajaran (konten, proses, produk.
Refrensi
Bisri .M,Fitriah,(2024),
Pembelajaran Berdiferensiasi Berdasarkan Keragaman dan Keunikan Siswa Sekolah Dasar.Jurnal Review Pendidikan Dasar:
Vol 9, No 2, Mei 2023.
http://journal.unesa.ac.id/index.php/PD
Nurhayati. D, Sutisnawati. A, Luthfi Luthfi.H (2024), Maulas.Analisis Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi
di Kelas IV Sekolah Dasar
Analysis of the Implementation of Differentiated
Instruction in -grade Elementary School Classes.Jurnal Pendidikan dasar.4th.Vol. 11 No. 01 Juni 2024
Hal. 395
https://doi.org/10.32678/ibtidai.v11i
01.9861
https://smkn1tualang.sch.id/blog/bagaimana-cara-menerapkan-pembelajaran-berdiferensiasi-di-dalam kelas/
https://bgpsumsel.kemdikbud.go.id/pembelajaran-berdiferensiasi-antara-manfaat-dan-tantangannya/
https://sdgmitmanumuti.sch.id/pembelajaran-berdiferensiasi-manfaat-langkah-dan-penerapan/