BAIK
Sesorang pria yang sangat sopan dan baik hati menginginkan untuk menjadi seosrang yang jahat karena dirinya merasa tidak di hargai akan kebaikanya.Pria ini betul-betul sangat baik hati dia sering membantu orang-orang yang kesusahan,namun kebaikanya malah di balas dengan tindakan yang kurang baik menurutnya.
Pada suatu malam ia terbaring di ranjang yang yang sempit,ia memikirkan kebaikan dirinya dengan orang lain sampai-sampai ia susah untuk memejamkan matanya untuk tidur.Malam itu ia menemukam pemikiran bahwa di harus menjadi orang yang jahat dalam arti tidak mau membantu orang lain.
Dan tibalah pada pagi hari ia bangun dan mengingat kembali apa yang telah di rencabakan sebelum tidurnya.Ia mulai berubah meski tidak berhasil.
Pria yang baik itu bergegas membuka pintu kamarnya dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Setelah ia mandi ia berangkat ke tepat ia bekerja,sampainya di perjalanan ia melihat sesorang yang sedang duduk,orang itu sedeng menunggu kendaraan kebetulan peria baik itu membawa sepeda motor.Ia pun langsung menghampiri orang itu lalu ia bertanya "Permisi saudara sedang tungggu siapa? Dan orang itu pun menjawabnya "Saya sedang menunggu kendaraan untuk menghantar saya ke tepat kerja saya" Pria itu pun bergegas untuk mengatakan "Ayo dengan saya saja kebetulan saya juga ingin berangkat kerja"
Mereka pun jana bersama dengan sepeda motor pria baik itu,sampai di tempat kerja dari orang itu ia langsung turun dari kendaraan pria baik itu, dan orang itu memberinya sepeser uang sebagai tanda terimakasihnya,namun pria baik itu menolaknya.
Dan pria itu pun pergi setelah menolak uang yang di berikan oleh orang itu,sampai di temapat kerja pria baik itu mengingat kembali apa yang telah ia pikirkan sebelum tidur yaitu ingin menjadi orang jahat "tidak mau membantu orang lagi" dia pun bingung dengan dirinya. Ia sudah menyiapkan rencana itu namun masi tidak bisa ia tetap menjadi orang baik.
Mulai saat itu ia memikirkan bahwa tuhan tidak ingin dirinya menjadi orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri di banding orang lain.Ia pun menyadari bahwa dirinya adalah orang baik seutuhnya dan orang yang bijak.
Setelah kejadian itu pria baik memulai menghilangkan pikiran untuk menjadi orang jahat karena ia tidak berhasi dan tetap saja menjadi orang baik yaitu saling membantu dan menolong orang lain.Apa yang telah di pikirkanya untuk menjadi orang jahat hilang lenyap dari pikiranya.
Penulis : Bung Hendra