Penulis Hendra Nganta
(2024)
Peran orang tua dalam mendukung literasi membaca anak
Pendahuluan
A.Latar Belakang
Pendidikan diartikan secara umum sebagai usaha dan perbuatan bagi gererasi tua dalam menciptakan pengalaman, pengetahuanya,kecakapanya serta keterampilan kepada generasi muda yang memungkinkan untuk melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama,dengan sebaik-baiknya.Pendidikan itu adalah suatu disiplin dari berbagai macam bagian komponen.Sementara itu Secara Bahasa pendidikan itu merupakan usaha perubahan sikap dan tata sesorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (Sitohang T & Sinaga Miranda.R.Y,dkk,2023:80). Sementara itu menurut Ki Hadjar Dewantara dalam Febrianti (2021), Pendidikan sebagai upaya dalam mengembangkan bertumbuhnya budi pekerti(kekuatan batin,karakter),pikiran (intelek),dan tubuh anak dalam rangkah kesempurnaan hidup dan kelarasan dunianya. Dari bebrapa defenisi di atas dapat disederhanakan pendidikan sebagai usaha yang di lakukan oleh sesorang atau sekelompok orang untuk menemukan jati diri serta mencari sebuah ilmu pengetahuan dan kebenaran melalui prose belajar mengajar di sekolah.
Melalui pendidikan sesorang dapat mengenal dan mengetahui kemampuan yang dimiliki setiap individu.Pendidika dapat mempengaruhi ke hal-hal yang baik dan bermanfaat,selain itu pendidikan dapat pula mengembangkan kemampuan dari setiap keperibadian.Pendidikan dapat membantu sesorang untuk menemukan informasi dan menyampaikan informasi itu dengan benar.Artinya melalui pendidikan kita bisa membaca dan menemukan banyak informasi serta membagi informasi itu dengan baik.Oleh sebab itu pendidikan dalam artian besar bukan hanya untuk memperoleh ilmu pengetahuan melainkan kecakapan berliterasi atau kemampuan literasi membaca yakni hal yang paling penting. Menurut Rofek (2023:35) membaca adalah kata kunci yang paling penting dalam dunia pendidikan terlebih khusus dalam dunia pembelajaran.Siswa yang memiliki kemampuan membaca yang baik biasanya mencapi hasil yang baik dalam semua mata pelajaran dalam kurikulum.Sebaliknya,siswa SD yang kurang rajin membaca,biasanya kurang berhasil disemua mata pelajaran.Dan pada saat ini lagi digalakan kegiatan literasi pada awalnya diartikan sebagai keterampilan membaca dan menulis,tetapi pada saat ini pengertianya mengalami perkembangan.Dalam ranah pembelajaran,kemampuan literasi merupakan kemampuan yang penting yang harus dimiliki oleh setiap siswa untuk menguasai berbagai mata pelajaran.Selain itu menurut Tarigan (2008:8) dalam Hadiana (2018:213),membaca sebagai keterampilan dasar yang dimiliki setiap orang. Keterampilan membaca tidak bisah dipisahkan dari hidup manusia.Karna itu keterampilan membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Berdasarkan uraian tentang pendidikan dan konsep membaca di atas kita dapat menemukan bawasanya literasi membaca sangat penting di lakukan terutama bagi anak SD kelas IV. Menurut UNESCO dalam Hanya Fadia.A.dkk (2023:853),literasi merupakan keterampilan membaca membaca, memahami, menafsirkan, menciptakan, mengkomunikasikan, menghitung dengan menggunakan alat tertulis dari berbagai konteks. Sementara itu menurut Rofek (2023:35),literasi memiliki arti secara luas sebagai kemampuan yang dimiliki setiap individu dalam mengelola dan memahami suatu informasi saat membaca atau menulis.Oleh karna itu Menurut Gogahu dkk (2020),Literasi membaca sebagai kemampaun yang berkaitan dengan membaca,berpikir dan menulis yang bermaksud untuk meningkatkan kemampuan memahami informasi secara kritis,kreatif,dan reflektif. Sementara itu Hartono dkk (2023:17), mengatakan literasi membaca merupakan kemampuan yang berhubungan dengan kegiatan membaca,berfikir,dan menulis.Kemampuan literasi membaca adalah aspek yang paling mendasardasar yang harus dimiliki oleh siswa SD,yang digunakan dalam menggali informasi dari berbagai sumber untuk mengembankan ilmu pengetahuan. Dari bebrapa pengertian di atas dapat disimpulkan Literasi membaca adalah kemampuan sesorang dalam memahami, menganalisis, menafsirkan teks tertulis, dalam arti mencakup seperti mengenal huruf,kata dan kalimat serta keterampilan dalam membaca.
Literasi membaca juga tidak hanya dilakukan di sekolah saja tetapi literasi membaca siswa bisa di kembangkan di lingkungan keluargah,keterlibatan otang tua sangat penting untuk mendukung anak dalam berliterasi terutama dalam mendukung literasi membaca.Peran orang tua mungkin lebih besar ketimbang peran guru,karna anak di didik bermula dari lingkungan keluargah.Perkembangan dan keterampilan membaca anak sangat tergantung dari dorongan orang tua untuk mengoptimalkan kemampuan membaca anak. Menurutn (Aryandani et al., 2021) dalam Futri Aysah (2023:50), kemampuan membaca adalah hal yang sangat penting karna melalui kemampuan membaca sesorang dapat mengambil sebuah keputusan serta meningkatkan keterampilan otaknya. Melalui pemahaman bacaan yang efektif siswa dapat memahami materi dari apa yang telah dibaca dan dapat memperoleh kemudahan untuk mereka dalam memahami materi.
Maka dapat dikatakan kebiasaan membaca membantu untuk meningkatkan kemampuan dan mengola informasi dengan baik,keterlibatan orang tua juga sangant penting dalam membina atau membimbing anak untuk terus membaca,oleh karna itu menurut (Fransisca & Vitaloka, 2022) dalam Futri Aysah (2023:51) Anak-anak yang sering dengan budaya literasi di lingkungan keluarganya maka hal tersebut akan membawa dan memelihara kebiasaan membaca untuk selamanya,karna orang tua sebagai panutan bagi anak-anaknya. Orang tua adalah tempat terbaik untuk mengembangkan minat membaca dan menulis anak (literasi emergen). Menurut Nurzuliani, Syukri, & Miranda, 2022 dalam Qisthiyah A (2024:23) Sebagai orang tua memiliki peran yang sangat penting dan signifikan dalam meningkatkan minat baca anak. Karena anak-anak lebih sering berada di rumah daripada di sekolah, orang tua mempunya banyak waktu dalam memantau dan membantu anak-anak mereka agar terus membaca sesuai minat mereka. Bukan hanya memantau melainkan, mendorong merka untuk membaca, dan bahkan menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan anak untuk meningkatkan minat mereka dalam membaca. Sejalan dengap pendapat Pratama Adi.Y 2022:353) orang tua memiliki peran terhadap perkembangan anak-anaknya dan sangat diperlukan terlebuh khusu pada saat mereka masih berada di bawah usia lima tahun. Tidak lari jauh dari pendapat Menurut Utami Munandar (2009) dalam Pratama Adi.Y 2022:353) mengasuh, membina, dan mendidik anak di rumah merupakan kewajiban dari setiap orang tua. Selain itu orang tua juga haru menjaga dan melindungi serta terus menanmakan rasa kasih sayang kepada anak-anaknya sehingga dapat dibekli adanya rasa kasih sayang sesamanya . Pendidik dari orang tua juga harus menciptakan sebuah iklim yang mampu merangsang pemikiran dan keterampilan kreatif anak, serta orang tua menyediakan sarana dan prasarana. Bukah hanya perhatian, dorongan dan pelatihan dari lingkungan, tetapi orang tua juga perlu adanya pemberian motivasi pada anak. Menurut Aysah Futri (2023: 59) Peran orang tua sebagai hal penting dalam meningkatkan minat baca anak usia SD/MI. Oleh karna itu ada bebrapa peran yang harus dilakukan oleh orang tua yakni: a) menjadi teladan dan menyediakan fasilitas membaca; b) sebagai guru dan motivator; c) menerapkan pola asuh dan menanamkan nilai-nilai kebaikan; dan d) menjadi mentoring atau penasehat. Beberapa peran tersebut dapat menjadi faktor peningkatan minat membaca anak dan rumah merupakan tempat terbaik untuk mengembangkan minat membaca anak.