Lok pahar
Singkat cerita kemarin saya dan beliau merencanakan untuk pergi mengunjungi kampung lait di elar dan hari ini pun sampai di elar juga.Sepanjang jalan saya selalu bertanya kepada tema saya tentang bagimana dengan letaknya elar.
Beliau pun polos menjawab.Sebenarnya elar tidak memakan waktu banyak untuk sampai ke sana tapi karna keadaan jalan masi belum membaik.Ujarnya kemudian kalau untuk saat ini jalan menuju elar lumayan membaik dari pada sebelumnya, tapi belum sampai di pelosok-pelosok.
Kemudian di sepanjang jalan panorama yang saya liat sangat indah,pegunungan dan bukit pun saya melihat dengan penuh gairah,ketika saya melintasi di lok pahar di situ kami singga untuk melihat panorama di lok pahar.Indah, anginya sejuk ujar saya kepada bung efrit.
Bebrapa menit kemudian kami melanjutkan perjalanan dan singkat ceritanya kami tiba di kampung lait,desa sisir.Kemudia saya bertanya lagi.Bung ef kok di sini tidak ada keran air? lalu dia senyum dan menjawab.,Di kampung lait kesulitan air,kami satu kampung hanya mengharapkan air sumur.Dan sumur untuk satu kampung hanya satu lubang sumur saja.,Saya tidak puas dengan jawabnya kemudian saya bertanya lagi.,Apakah kekurangan air dikarnakan tidak ada program dari pemerintah setempat? Dia pun menjawab tidak! melainkan medan di sini tidak bisa untuk mendatangkan air minum atau program air oleh pemerinta.Ujarnya